Selamat datang. Selamat belajar, selamat berprestasi. Semoga sukses

Slider[Style1]

Galeri Video

Powered by: Youtube

Bahasa Inggris

IPA

IPS

Bahasa Indonesia

Pengetahuan Umum

Isi Permendiknas No. 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah

Berikut Lima Standar Kompetensi Kepala Sekolah bersumber dari Permendiknas No. 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.

Kompetensi Manajerial
1. Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan.
2. Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah sesuai dengan kebutuhan.
3. Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah/madrasah secara optimal.
4. Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajar yang efektif.
5. Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik.
6. Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal.
7. Mengelola sarana dan prasarana sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan secara optimal.
8. Mengelola hubungan sekolah/madrasah dan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah/madrasah.
9. Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru, dan penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik.
10. Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional.
11. Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien.
12. Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/ madrasah.
13. Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di ekolah/madrasah.
14. Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan.
15. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah.
16. Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya.
Kompetensi Kewirausahaan
1. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/madrasah.
2. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajar yang efektif.
3. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah.
4. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah/madrasah.
5. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta didik.
Kompetensi Supervisi
1. Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.
2. Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat.
3. Menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.
Kompetensi Kepribadian
1. Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah.
2. Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin.
3. Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah/madrasah.
4. Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi.
5. Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah/madrasah.
6. Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan.
Kompetensi Sosial
1. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah
2. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
3. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain.

Fenomena Alam: Gerhana Bulan 31 Januari 2018

Malam ini 31 Januari 2018 sekitar pukul 21.00-23.00 WITA akan terjadi gerhana bulan. Ketika fenomena alam ini terjadi, disunahkan melakukan shalat gerhana.

SHALAT GERHANA

Dari ‘Aisyah, bahwa Nabi saw bersabda, "Sesungguhnya matahari & bulan dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat & bersedekalah". (HR. Al-Bukhari, Muslim)

1. Berjamaah di masjid.

2. Tidak ada Adzan & Iqamah.
Cukup dgn mengatakan ASH SHALAATU JAAMI'AH, Mari shalat berjama'ah.

Hadits dari Aisyah: "Matahari gerhana pada masa Nabi,maka beliau perintahkan orang untuk menyerukan: "Ash Shalatu Jaami'a".(HR. Bukhari 999, 1016, Muslim 904)

3. Jumlah Rakaat.
Terdiri dari 2 rakaat dgn 4 ruku'.

3.1. Rakaat Pertama :
- Takbiratul Ihram.
- Membaca doa Istiftah.
- Membaca surat Al Fatihah.
- Membaca surat.
- Ruku' yg ke 1
- I'tidal (bangkit dari Ruku') ke 1. Lalu sedekap kembali
- Membaca Al Fatihah lagi.
- Membaca Surat.
- Ruku' yg ke 2.
- I'tidal yg ke 2.
- Lalau Sujud yg pertama.
- Duduk antara dua sujud.
- Sujud yg ke 2.
- Berdiri ke Rakaat yg ke 2.

3.2. Rakaat Kedua :
Sama dgn rakaat pertama dari Al-Fatihah sampai sujud yg kedua. Kemudian duduk Tasyahhud, lalu salam.

4. Khutbah.
Setelah Shalat disunnahkan untuk berkhutbah sesuai hadits dari Aisyah yg diriwayatkan oleh Bukhari 1016 dan Muslim 901 & 908, Ahmad 1/225, An Nasa-i 1467.

5. Sedekah.
Saatnya melakukan sedekah terbaik diiringi dgn doa dan meminta sesuai keinginan.

Salam !
CATATAN :

Jadwal shalat gerhana bulan total Rabu 31 Januari 2018 :

- Pkl 19.15 Takbiran
- Pkl 19.30 Adzan Isya, Shalat Isya, Shalat Ba’diyah Isya
- Shalat Gerhana, Khutbah, Sedekah.

Sumber: WA

Lima Fitur Baru WhatsApp yang Belum Banyak Diketahui

Sebagai salah satu aplikasi berkirim pesan yang populer, WhatsApp terus menambah fitur-fiturnya. Saat ini ada sejumlah fitur baru yang kerap tak diketahui pengguna.

Inilah lima di antaranya:

1. Menghapus pesan terkirim
Salah satu fitur baru dari WhatsApp ini dapat dipakai jika Anda salah mengirim pesan, tapi, hanya berlaku untuk pesan yang dikirim kurang dari 7 menit. Ketuk dan tahan pesan, pilih simbol hapus.

2. Batasi penggunaan data
Atur penggunaan data di aplikasi ini agar foto dan video yang dikirim tidak otomatis tidak terunduh. Fitur ini bisa diakses di Settings > Data Usage.

3. Notifikasi khusus
Jika menunggu pesan dari orang yang spesial, agar Anda segera mengetahuinya, bedakan ringtone agr tidak tertukar dengan pesan-pesan lain yang masuk. Buka obrolan dari orang tersebut, ketuk namanya dan atur ringtone di Custom Notifications.

4. Tidak sempat membalas pesan
Jika mendapat pesan, namun, Anda belum sempat membalasnya, jangan khawatir obrolan akan tenggelam. Tekan agak lama percakapan dan pilih Mark Unread, akan muncul tanda hijau besar di sebalah kanan percakapan. Bagi pengguna iOS, geser percakapan ke kanan untuk mengaktifkan fitur ini.

5. Pin percakapan
Anda bisa menaruh tiga kontak penting agar mereka selalu berada di paling atas daftar percakapan WhatsApp. Caranya, cukup ketuk tanda pin setelah menekan lama percakapan yang diinginkan.

Sumber: tempo.co

Sudah Berumur 40 Tahun, Anda Harus Baca Ini

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa Al-Qur’an membahas mengenai usia 40 tahun. Hal ini sebagai pertanda bahwa ada hal yang perlu diperhatikan dengan serius pada pembahasan usia 40 tahun ini.
Allah Ta’ala berfirman, “Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdo’a, “Ya Rabb-ku, tunjukkanlah kepadaku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang engkau ridhai.
Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” (QS. Al-Ahqaf : 15)

Usia 40 tahun disebutkan dengan jelas dalam ayat ini. Pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan melangkah ke usia dewasa yang sebenar-benarnya. Do’a yang terdapat dalam ayat tersebut dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahun atau lebih.
Di dalamnya terkandung penjelasan yang jelas bahwa mereka telah menerima nikmat yang sempurna, kecenderungan untuk beramal yang positif, telah mempunyai keluarga yang harmonis, kecenderungan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah Ta’ala.

Pada ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman: “Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan?” (QS. Fathir : 37)
Para ulama salaf menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “umur panjang dalam masa yang cukup untuk berfikir” dalam ayat tersebut adalah ketika berusia 40 tahun.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat tersebut memberikan petunjuk bahwa manusia apabila menjelang usia 40 tahun hendaklah memperbarui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh-sungguh. Apabila hal itu berlaku menjelang usia 40 tahun, maka Allah memberikan janji-Nya dalam ayat setelahnya, yaitu kematangan.

Usia 40 tahun adalah usia matang bagi kita bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian. Maka tidak heran tokoh-tokoh pemimpin muncul secara matang pada usia ini. Bahkan Nabi kita tercinta, Muhammad SAW pun demikian. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, “Diutusnya Rasulullah (yaitu) pada usia 40 tahun.” (HR. Al-Bukhari).
Nabi Muhammad SAW diutus menjadi nabi tepat pada usia 40 tahun. Begitu juga dengan nabi-nabi yang lain, kecuali Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS. Mayoritas negara juga mensyaratkan bagi calon-calon yang akan menduduki jabatan-jabatan elit seperti ketua negara, harus telah berusia 40 tahun. Masyarakat pun mengakui bahwa mantabnya prestasi seseorang tatkala orang tersebut telah berusia 40 tahun.

Mengapa umur 40 tahun begitu penting?
Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) periode, yaitu: (1) Anak-anak (aulad); sejak lahir hingga akil baligh, (2) Pemuda (syabab); sejak akil baligh hingga 40 tahun, (3) Dewasa (kuhul); 40 tahun hingga 60 tahun, (4) Tua (syuyukh); 60 tahun ke atas.

Usia 40 tahun adalah usia ketika manusia benar-benar meninggalkan masa mudanya dan beralih kepada masa dewasa sempurna. Kenyataan yang paling menarik pada usia 40 tahun ini adalah meningkatnya minat seseorang terhadap agamanya yang semasa mudanya jauh sekali dengan agamanya. Baik dengan menjalankan kewajiban shalat lima waktunya dengan berjama’ah dan tepat waktu, memperbanyak sedekah, menutupi auratnya, atau dengan mengikuti kajian-kajian keagamaan.
Seolah-olah di usia ini merupakan momentum kembalinya manusia kepada fitrahnya. Namun jika ada orang yang telah mencapai usia ini, akan tetapi tidak ada minat terhadap agamanya, maka hal ini sebagai pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia.Wal iyaadzu billaah.
Salah satu keistimewaan usia 40 tahun tercermin dari sabda Rasulullah SAW, “Seorang hamba muslim apabila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya).” (HR. Ahmad)

Hadits ini menyebutkan bahwa usia 40 tahun merupakan titik awal seseorang memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah Ta’ala, sekaligus konsisten terhadap Islam, sehingga Allah Ta’ala pun akan meringankan hisabnya. Inilah keistimewaan orang yang mencapai usia 40 tahun. Akan tetapi, usia 40 tahun merupakan saat di mana orang harus berhati-hati juga. Ibarat waktu, orang yang berumur 40 tahun mungkin sudah masuk waktu senja.
Abdullah bin Abbas mengatakan, “Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak mantab dan tidak dapat mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka.”
Imam Asy-Syafi’i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, maka beliau menjawab, “Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar.
Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa-sisa syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syari’at lazim bagiku.”

Kematian Bisa Datang Kapan Saja
Satu perkara yang kita harus senantiasa kita sadari bahwa kematian bisa memanggil kita kapan saja tanpa tanda, tanpa alamat dan tanpa mengira usia. Jika kita beranggapan harus menunggu usia 40 tahun untuk mulai memperbaiki diri, maka rugi dan sia-sia lah hidup kita jika ternyata umur kita tidak panjang.
Maka dari itu, di sisa-sisa usia kita ini, marilah kita mulai berbenah diri, meneguhkan tujuan hidup, meningkatkan daya spiritual, memperbanyak bersyukur, menjaga makan dan tidur, serta menjaga keistiqamahan dan berusaha meningkatkan kualitas dalam beribadah.
.
Banyak manusia yang tertipu dengan keindahan dunia dan isinya yang bersifat sementara. Mengingati mati bukan berarti kita akan gagal di dunia ini. Akan tetapi dengan mengingati mati kita berharap menjadi insan yang berjaya di dunia dan di akhirat kelak. Janganlah menunggu hingga esok untuk membuat persediaan menghadapi kematian, karena mati boleh datang kapan saja.

Akhirnya, semoga kita bisa memaksimalkan sisa-sisa umur kita ini untuk memperbanyak amal shaleh. Aamiin.
Ya Allah...
Muliakanlah orang yang membaca ini
Lapangkanlah hatinya
Bahagiakanlah keluarganya
Luaskan rezekinya seluas lautan
Mudahkan segala urusannya
Kabulkan cita-citanya
Jauhkan dari segala Musibah
Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah,Prasangka Keji, Berkata Kasar, dan Mungkar
Dan semoga yg me-LIKE dan membagikan, rezekinya berlimpah aamiin.

Sumber: facebook
Artikel serupa:
http://kangimran.blogspot.co.id/2014/07/40-tahun-usia-istimewa-dalam-islam.html
http://abusigli.blogspot.co.id/2016/10/rahasia-umur-40-tahun-menurut-islam.html

Kurikulum 2013 Siap-siap Diganti

Semenjak diminta Presiden Jokowi pada awal Agustus 2017, untuk menata kembali kurikulum, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, MAP, terus melakukan berbagai upaya untuk mengganti kurikulum 2013 dengan kurikulum baru.
Menurut Mendikbud, kurikulum baru ini tidak akan jauh berbeda dibandingkan dengan Kurikulum 2013. Justru Malah, pada kurikulum baru yang tengah disusun ini merupakan pengembangan dari kurikulum sebelumnya. Yang membedakannya ialah masalah fleksibilitas dan kejuruan.
Terkait dengan kurikulum yang baru nanti, Mendikbud berharap, nantinya dapat lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan pasar atau dunia kerja. Sebagai catatan, Kurikulum 2013 menyorot pada perampingan dan penambahan materi ajar. Materi yang dirampingkan, seperti Bahasa Indonesia, IPS, dan PPKN, sedangkan materi yang ditambah adalah Matematika yang mengacu pada standar internasional seperti PISA.
“Misalnya begini, jurusan elektronika itu kan terlalu luas. Nah, maunya Bapak Presiden Joko Widodo itu lebih spesifik lagi agar proses belajar mengajar merespon kebutuhan pasar yang terus berubah,” kata Muhadjir, sebagaimana dikutip mediasulsel dari obrolan jejaring sosial WhatsApp, Minggu (3/12).
Muhadjir tak menjelaskan lebih lanjut apa pengembangan lainnya dari Kurikulum 2013. Ia hanya mengatakan bahwa kurikulum ini nantinya akan berdampak menyeluruh, dan lebih memudahkan siswa dalam belajar.

Sumber: mediasulsel.com

Guru Nonsertifikasi Diberi TPP

Ini kabar gembira bagi guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) tingkat SMA/SMK dan SLB se Provinsi Bengkulu yang belum sertifikasi (nonsertifikasi,red). Pemerintah Provinsi Bengkulu berencana meningkatkan kesejahteraan dengan pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Bahkan pemberiannya dimulai pada tahun 2018.

‘’Ke depan khusus guru non sertifikasi akan diberikan (TPP,red). Soal nilainya akan disesuaikan dengan kemampuan daerah. Pastinya ada, dan untuk guru sudah menerima tunjangan profesi guru itu tidak diberikan lagi. Sebab TPG sudah masuk dalam kriteria TPP,” kata Kepala Biro Organisasi Pemprov, H Firman Romzi.

Ia menjelaskan, mengatakan pihaknya sudah melakukan revisi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 73 tahun 2016 tentang TPP. Diantaranya penerima TPP juga akan ditambah. Selain ASN yang ada di OPD, kali ini ASN guru yang belum sertifikasi juga akan diberikan.

Selain itu, persentase penilaian TPP juga sudah diubah dalam revisi Pergub tersebut. Yakni 50 persen kehadiran dan 50 persen kinerja. Yang selama ini kehadiran 60 persen dan kinerja 40 persen. Selain itu, proses pelaporan terutama untuk kinerja sudah melalui aplikasi. Termasuk kehadiran sudah wajib menggunakan sidik jari elektronik. Tidak ada lagi yang manual.

‘’Minggu depan ini proses pembahasannya akan dirampungkan. Terutama untuk perhitungan besarannya. Kemudian juga pelaporan akan dirubah tidak lagi sebulan sekali. Tapi dipercepat setiap minggu. Tujuannya agar proses rekapitulasi dan perhitungan TPP yang akan diterima setiap tanggal 10 bisa tepat waktu,’’ jelasnya.

Lanjut Firman, bahwa ke depan juga akan dibahas berkaitan dengan perhitungan berdasarkan analisis jabatan (anjab). Sehingga akan ada grade setiap ASN dalam menerima TPP setiap bulannya. Sebab rekomendasi KPK sudah menyetujui untuk perubahan dan rencana perhitungan besaran TPP ditetapkan berdasarkan anjab.

‘’Ke depan akan dievaluasi terus. Sehingga perhitungannya nanti sama dengan ASN di seluruh Indonesia sistem perhitungannya. Dalam waktu dekat kami akan berkonsultasi ke KemenPAN-RB dan Kemendagri berkaitan proses perhitungan tersebut. Sehingga benar-benar dapat direalisasikan secara maksimal,’’ paparnya.

Untuk itu lanjut Firman, bahwa ke depan PNS yang banyak bekerja dibuktikan laporan melalui onlien akan besar menerima TPP. Selain juga rajin hadir. Jika yang tidak hadir atau terlambat absen, dan tidak menyampaikan laporan kinerja, tetap akan dikenakan potongan.

‘’Yang malas-malasan dan tidak menyampaikan laporan tetap dipotong. Pembayaran tidak ada perubahan. Sebab tidak bisa diserentakan dengan gaji. Tetapi diharapkan dapat terus normal tidak ada keterlambatan lagi,’’ paparnya.

Sementara Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Bengkulu Drs. H. Mulyadi Usman, M.Pd mengaku sangat mendukung adanya revisi pergub TPP. Pihaknya berharap agar ada motivasi bagi PNS untuk dapat melaksanakan dan meningkatkan kinerjanya. Jika TPP lebih besar. Dan terbukti pihaknya sudah menyetujui kenaikan anggaran TPP tahun 2018.

‘’Kita setuju ASN yang memang banyak memberikan pelayanan dan mendatangkan PAD itu dibedahkan perhitungannya. Sehingga ada keadilan. Begitu juga ASN yang tidak disiplin dan tidak bekerja juga harus diberikan TPP yang sesuai. Sehingga menjadi sanksi bagi dia yang tidak disiplin. Walaupun tidak akan mengurangi gaji pokoknya,’’ pungkasnya.

Sumber: harianrakyatbengkulu.com

Rayakan HUT PGRI ke -72, Jokowi Percepat Dana Serifikasi, BOS, dan Pengangkatan Guru 3T

Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons baik keinginan anggota persatuan guru republik Indonesia (PGRI) agar tunjangan mereka bisa diprioritaskan dalam program pemerintah. Dia memastikan pemerintah siap menjadikan kebutuhan guru sebagai keutamaan.

Jokowi mengatakan, sesuai dengan Undang-Undang (UU) guru dan dosen akan mendorong sertifikasi dan tidak akan menghentikan tunjangan profesi guru. Dia percaya peningkatan mutu guru perlu diselaraskan dengan kebaikan dan kesejahteraan yang disesuaikan dengan kemampuan negara.

"Makanya persoalan serifikasi harus bisa dijalankan dengan baik, dan tunjangan bisa dibayarkan tepat waktu, tepat jumlah," kata Jokowi dalam perayaan HUT PGRI ke -72 di Stadion Patriot, Sabtu (2/12).

Jokowi meminta kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar bisa mengkontrol program sertifikasi dan tunjangan profesi para guru. Jangan sampai proses pencairan mengalami keterlambatan, padahal pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan sudah mengalokasikan dengan baik anggarannya. Sebab perbaikan mutu guru melalui tunjangan ini adalah komitmen pemerintah sebagai tanda penghargaan.

Dia pun meminta agar para guru tidak dipusingkan dengan persoalan administrasi yang harus dikerjakan ketika akan mengikuti saringan sertifikasi atau pendaftaran mendapatkan tunjangan profesi. Proses ini harus bisa disederhanakan.

Jokowi menuturkan, pemerintah saat ini juga sedang giat membangun infrastruktur. Infrastrktur ini termasuk di sektor pendidikan. Melalui dana operasional sekolah (BOS) pemerintah berupaya memberikan perbaikan fasilitas mengajar bagi semua siswa. Selain itu adalah penambahan kuantitas guru sehingga lebih banyak dan bisa tersebar hingga ke daerah terpencil.

Dia mengatakan, guru honorer yang sudah mengabdi cukup lama dan memiliki potensi dalam membangun karakter murid akan diberikan kesempatan terlebih dahulu untuk masuk sebagai aparatur sipil negara (ASN/PNS). Semua pihak yang terlibat dalam pengangkatan guru honorer tidak boleh menutup kesempatan tersebut.

"Untuk guru 3T (Tertinggal, terdepan,dan terluar) yang sudah mengabdi puluhan tahun, memiliki potensi dan kualifikasi harus diberikan priotitas. Pemerintah tidak akan meninggalkan mereka. Kita harus sama-sama membangun," ujar Jokowi.

Berita sudah tayang di republika.co.id dengan judul "Dana Serifikasi, BOS, dan Pengangkatan Guru 3T Dipercepat".

Janji Jokowi untuk Guru: Tunjangan Takkan Tertunda Lagi

Presiden Joko Widodo melontarkan peringatan keras kepada pemerintah daerah terkait tunjangan profesi guru (TPG).

Pria yang karib disapa Jokowi itu tak ingin mendengar keluhan tentang proses pencairan maupun keterlambatan TPG.

"Saya kalau sudah sampaikan seperti ini akan ikuti, cek, kontrol. Negara telah mengalokasikannya dengan baik. Ini komitmen saya sebagai penghargaan saya kepada guru," kata Jokowi saat memberikan sambutan pada puncak acara HUT ke-72 PGRI di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (2/12).

Jokowi menambahkan, sejak awal, dirinya berkomitmen melaksanakan Undang-Undang Guru dan Dosen dengan baik.

"Saya juga mendorong sertifikasi guru dan tidak pernah akan menyetop TPG," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, peningkatan mutu guru perlu dibarengi dengan perbaikan dan kesejahteraan yang disesuaikan dengan kemampuan negara.

Karena itu, Jokowi meminta sertifikasi bisa dilaksanakan dengan baik.

Selain itu, tunjangan profesi juga harus dibayarkan sesuai jumlah dan waktu yang sudah ditentukan.

Pernyataan Jokowi itu merupakan respons atas tuntutan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi.

Dalam pidatonya, Unifah meminta agar dalam praktiknya administrasi tata kelola guru dapat disederhanakan dalam kenaikan tunjangan profesi, kenaikan pangkat, sertifikasi dan lain-lain.

Dengan disederhanakannya administrasi tata kelola guru, kata dia para guru dapat memiliki waktu yang cukup untuk melakukan proses pembelajaran secara berkualitas.

"Kami harap tunjangan profesi tepat waktu dan tepat jumlah," tutur dia di lokasi.

Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rasyidi mengapresiasi Presiden Jokowi yang selalu menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan guru melalui tunjangan profesi.

"Kami mohon agar apa yang disampaikan Pak Presiden menjadi kenyataan," ujar Unifah dalam acara peringatan HUT PGRI ke-72 dan Hari Guru Nasional 2017 di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jawa Barat (2/12/2017).

Unifah juga meminta agar dalam praktiknya administrasi tata kelola guru dapat disederhanakan dalam kenaikan tunjangan profesi, kenaikan pangkat, sertifikasi dan lain-lain.

Dengan disederhanakannya administrasi tata kelola guru, kata dia para guru dapat memiliki waktu yang cukup untuk melakukan proses pembelajaran secara berkualitas.
"Kami harap tunjangan profesi tepat waktu dan tepat jumlah," tutur dia.

Sumber: jpnn.com, cnnindonesia.com, liputan6.com

Inilah Tata Cara Mandi Junub Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Sebagai seorang muslim kita wajib mengetahui ilmu terkait berhadats besar (junub). Amalan ini wajib dilakukan agar kita kembali suci.

Berikut ini tata cara mandi junub sesuai tuntunan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam dalam hadits-hadits shahih:

1. NIAT
Mulailah dengan niat mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar.

Niat ini membedakan mandi wajib dengan mandi biasa, sebagaimana ia membedakan ibadah dengan adat/kebiasaan.
Meskipun demikian, niat tidak perlu dilafalkan.

2. MEMBERSIHKAN KEDUA TELAPAK TANGAN
Yakni menyiram/membasuh tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya, menyiram/membasuh tangan kanan dengan tangan kiri.
Diulangi tiga kali.

3. MENCUCI KEMALUAN
Mencuci dan membersihkannya dari mani dan kotoran yang ada padanya serta sekitarnya.

4. BERWUDHU
Yakni berwudhu sebagaimana ketika hendak salat

5. MEMBASUH RAMBUT DAN MENYELA PANGKAL KEPALA

Dengan cara memasukkan kedua tangan ke air, lalu menggosokkannya ke kulit kepala, dan kemudian menyiram kepala tiga kali.

6. MENYIRAM DAN MEMBERSIHKAN SELURUH ANGGOTA TUBUH
Pastikan seluruh anggota tubuh tersiram air dan dibersihkan, termasuk bagian-bagian yang tersembunyi/lipatan seperti ketiak dan sela jari kaki.
Demikian tata cara mandi wajib sesuai tuntunan Rasulullah.

Ketika kita mengamalkannya, insha Allah bukan hanya kita suci dari hadats besar, tetapi juga mendapatkan pahala karena mengikuti sunnahnya.

Sumber: surya.co.id

Ijazah Tak Linear, Ratusan Guru Terancam Tak Bisa Ajukan Tunjangan Profesi

Ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Jogja tidak bisa mengikuti pretest pendidikan profesi guru (PPG) untuk mendapat sertifikat pendidik sebagai salah satu syarat mengajukan tunjangan profesi guru (TPG).

Penyebabnya, karena banyak guru yang belum memenuhi persyaratan, salah satunya ijazah yang linear sesuai dengan aktivitas mengajar di sekolah.
Kepala Bidang Pendidik Tenaga Kependidikan (PTK) Data dan Informasi Dinas Pendidikan Kota Jogja Samiyo menjelaskan, pendataan peserta PPG merupakan tindak lanjut dari Permen No.19/2017, bahwa guru dalam jabatan yang diangkat hingga 2015 dan telah memiliki kualifikasi S-1/DIV tetapi belum memiliki sertifikat pendidik, maka dapat memperolehnya melalui PPG.
Adapun total peserta yang mengikuti pretest sebanyak 397 guru baik dari jenjang TK, SLB, SD, SMP dan SMA/SMK. “Pelaksanaan prestes dilakukan pada tanggal 28, 29 dan 30 [November 2017], bertempat di tiga sekolah untuk Kota Jogja, seperti SMAN 3, SMKN 2 dan SMKN 3,” terangnya kepada Madiunpos.com, Selasa (28/11/2017).

Ia mengatakan, sebelum tersaring 397 guru untuk mengikuti pretest tersebut, ada lebih dari 550 guru yang mengajukan secara online. Seleksi itu salah satunya didasarkan pada linear atau jenjang pendidikan yang sudah ditempuh guru.
Misalnya, seorang guru kelas di SD maka harus memiliki ijazah S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Sehingga masih ada ratusan guru yang belum bisa mengikuti pretest karena terkendala ijazah S1 yang tidak sesuai dengan objek mengajarnya di sekolah.
“Kalau yang diunduhan [online] sekitar 550 [guru yang mengajukan],” jelas dia.
Dalam pelaksanaannya Dinas Pendidikan Kota Jogja bertindak menentukan dan mengkoordinasikan panitia ujian kompetensi (PUK) sekaligus melakukan monitoring serta menyampaikan informasi terkait nama-nama yang memenuhi syarat mengikuti pretes dan jadwal.
Tetapi secara prinsip, berbagai informasi telah disampaikan secara online di akun sistem informasi manajemen (SIM) pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) milik setiap guru yang sudah terdaftar di data pokok pendidikan (Dapodik) Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud).
“Terkait linearnya [ijazah] yang memverifikasi LPMP [lembaga penjamin mutu pendidikan], melalui pemantauan SIM PKB dengan mengambil data di Dapodik per 31 Juli 2017, guru akan terundang secara otomatis oleh sistem. Tetapi ada perbaikan juga untuk data masuk setelah 31 Juli 2017, sehingga ada yang tidak terundang kemudian jadi terundang, ada revisi di perbaikan sistem,” jelasnya.

Sumber: madiunpos.com
.

Top